Rojak bujang jauh

Rojak. seorang bujang yang baru di terima kerja bagian farmasi. Siang itu, ia baru pulang interviw denganlincah ia mengendarai kendaraan roda dua.

Namun, petaka gak bisa terelakkan. Motor yang ia kendarai oleng. Hingga menabrak mobil truk dari arah

berlawanan. Craaaassss!. Motornya ringsek hampir rata dengan tanah.

Yang lebih na’asnya lagi. Perut rojak tergilas roda truk yang penuh muatan pasir. Kemeja putih yang ia

kenakan bercak jejak roda menggiling bagian perut. Cuma hitungan menit rojak terbangun langsung lari

kewarung pinggir jalan.

Sontak yang melihat tragedi itu terheran-heran. Si punya warung langsung memberi segelas air putih untuk

meredam debar jantungnya.

Peristiwa itu sudah lewat berhari-hari guys, rojak melewati hari seperti biasa tanpa Merasakan rasa sakit

sedikit pun. Ehm! *mungkin cuma layli yang bisa membuat rasa sakit di hatinya*

Bahkan rojak yang baru kerja bikin iri pada rekan kerjanya sebab. Rojak langsung naik jabatan, waktu itu

bosnya bertanya. “motornya kemana?” rojak menjawab  digiles mobil truk” peristiwa itu di ceritakan

lagi oleh rojak. Bosnya menggeleng-gelengkan kepalanya terheran-heran. “ajaib!! Pasti nih anak titisan

limbad!” kata bosnya.

Nah, awalnya doi gak merasakan sakit sedikit pun. Pasca kejadian itu lewat seminggu. Doi baru merasa

mual, nyeri, nyut-nyutan. Di bagian perut. Kadang dia menggeram hebat sambil memegang perutnya. Di

iringi muntah-muntah gitu lah. Pkoknya kesehatan rojak nge-drop abissss…

Suatu hari rojak di temukan pingsan di kamar. Sontak dong, ibunya kaget!!!. Ngeliat rojak ga berdaya gitu. Ga

pake mikir. beliau Langsung ngebawa anak semata mayangnya ke RS. Sesampainya di radiologi RS. Doi di

ronsen tuh guys, tepat di bagian perut yang kerasa sakit.

Lalu apa yang terjadi setelah hasilnya terlihat?.

Hasilnya membuat dokter yang menanganinya tercengang sejadi-jadinya.

Isi perut rojak udah hancur. Ginjalnya pecah. Lambungnya rusak parah. Bahkan ususnya udah menghitam

karna pembusukan itu. MENGERIKAN!!

Kalo oprasi tidak di lakukan rojak akan tewas”kata dokter

Sebulan kemudian…

Udah seminggu ini rojak bisa melakukan aktivitas. Tapi lagi-lagi petaka itu dateng. Rasa sakit dua kali lipat

dari sebelumnya. Membuat doi langsung tersungkur pingsan. Doi langsung di angkut ke RS.

Setelah di ronsen. Lagi-lagi hasilnya mengejutkan guys, isi perut doi malah makin parah pembusukannya.

Sontak rojak shock dong kedua kalinya.

“Kerusakannya terlalu parah. Ini sama seperti kasus luka di kaki pada penderita diabetes. Solusinya

amputasi. Itu tak mungkin kita lakukan …jika kerusakannya ada di area perut. Saya benar-benar tidak paham.

Belum pernah saya menjumpai infeksi separah ini pada organ dalam.” Kata dokter.

Operasi kedua bahkan ketiga kalinya di jalankan staf dokter tapi hasilnya nihil. Kondisi rojak semakin hari

semakin memperhatinkan. Kerjanya setiap hari cuma merintih dan merintih. Kesakitan.

Entah apa dosanya sampe di beri cobaan seberat itu.

“bu…sakit bu, mending rojak di panggil tuhan aja. Daripada sakit kayak gini” rojak terbaring di ruang ICU.

ibunya nangis mendengar omongan anaknya kayak gitu. “rojak, coba kamu Inget-ingat. kamu pernah

ngelakuin dosa apa? Mungkin bisa membantu kesembuhan mu.” rojak diam. Gak Inget sama sekali. Lagi-lagi

dia hanya merintih. Sepanjang waktu yang dia lewatkan hanya syakaratulmaut.

Dalam kondisi seperti itu di jabut nyawa bakalan seribu lebih baik dari pada bertahan. Tapi tuhan gak mengizinkan. Rojak di biarkan tersiksa.

3 hari kemudian, rojak masih bertahan, guys. Bertahan dalam kesakitan yang ga bisa dijelasin sama kata-kata. Semua keluarganya berkumpul disitu. Tiap hari mereka memanjatkan doa buat rojak Bukan buat kesembuhannya, melainkan buat meminta izin-Nya supaya ia berpulang dengan tenang. Ini manusiawi, guys.

Siapa yg tega melihat orang yang kita sayangi tersiksa sepanjang hari? Begitulah kondisi rojak.

Singkat cerita, suatu hari keluarga rojak sepakat untuk menyuntik mati rojak (euthanasia), dan rojak pun setuju.

Tapi apa yg terjadi? Racun pembunuh itu ga bekerja sama sekali. Rojak malah dibuat semakin kesakitan.

Sontak dong, semuanya dibuat kaget. Ga terkecuali dokter sama perawat. Semua dibikin ga percaya sama apa yang mereka lihat. Selama berjam-jam rojak dibuat makin kesakitan. Kasihan… Ini pasti ada yg ga beres.

Apa yang pernah dilakuin rojak sampe harus mendapat hukuman seperti itu, padahal dia anak baik-baik? Ga ada yg tahu.

Nah, beberapa jam kemudian, ketika doa2 masih terpanjat buat rojak datanglah teman lama rojak menjenguknya. Dia didampingi seseorang. Namanya pay. Dia ditemenin sama orang yang udah cukup uzur.

Orang tua itu mendekati rojak berbaring di ruang ICU “rojak, masih ingat bapak?” Tanyanya. Rojak

menggelengkan kepalanya. Dia masih merintih hebat. “Maafkan kehadiran saya jika menganggu bapak dan

ibu-ibu semuanya…” Kata org itu lg. “6 tahun lalu, rojak pernah mendatangi saya untuk memasangkan susuk

di tubuhnya. Mungin ini yg membuatnya menderita seperti ini…” sekarang saya akan melepas susuknya.

Mudah-mudahan ini akan mengakhiri penderitaan rojak.” Katanya lagi. Ibunya rojak bengong.

“Susuk? Buat apa anak saya pasang susuk, pak?” Tanya ibunya rojak. “Dulu rojak suka ikut balapan liar, bu.

Saya yang mengantarnya.” Jwb temen rojak “Astaghfirullah.. Betul itu, rojak?” Tanya ibunya. Rojak

mengangguk. Akhirnya dia ingat semuanya. Rojak pun menangis kerung. Ga mau buang waktu, orang tua itu

mengambil posisi. Dia mengelus-ngelus perut rojak perlahan. Mulutnya komat kamit, seperti membacakan

mantera. Semua yang menyaksikan adegan itu terlihat tegang. Apa ini akan berhasil? Benarkah susuk itupenyebab penderitaan rojak

Orang tua itu terlihat seperti mencabut sesuatu dari perut dan kepala rojak. Dua kali. Mungkin susuk kebal yang

di maksud. “Bapak sudah mencabut semua susukmu. Kamu beristirahatlah dgn tenang.” Tutup orang tua itu.

Dia mengelus dahi rojak. Trnyata benar. Ga kurang dari 40 detik kemudian, rojak pun meregang nyawa. Berkat

orang tua itu, akhirnya rojak menghebuskan nafasnya yang terakhir. Penderitaan rojak berakhir. Kepergiannya

tentu aja disambut isak tangis semua orang. Mudah-mudahan semua dosa-dosanya di ampuni. Amiin…–end

Pesan moral: Susuk ternyata lebih berbahaya dari operasi plastik. Tapi jauhi keduanya. Tanpa susuk & plastik, kamu lebih manusiawi. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s