Rumah teratai part4

Aly ngambil aba-aba mundur beberapa langkah, langsung lari ke ruang utama. Sesampainya disana dia merebahkan tubuhnya tengkurap. sesekali kepalanya ditutup bantal, matanya terpejam. Tapi selang beberapa sa’at suara aneh itu hilang, tak terdengar lagi. Perasaan aly agak tenang dan dia pun tertidur yang kedua kalinya. 

Part4…

Pagi hari..kukuruyuk! Ayam jantan tetangga melenguh. 

aly terbelalak matanya mentatap langit-langit yang dihiasi lampu panjang membentang diatas atap. Nafasnya memacu cepat, debar jantung berdegup hebat. “Astaga! mimpi itu” umpatnya. Posisi aly duduk sekarang, dia mengambil air mineral setengah botol yang bekas dia minum semalam. Glek~glek Air mineral di minum lagi untuk meredam perasaan yang di tingkahi mimpi.

Mimpi na’as itu memutar rekaman yang masih terselipi di memory ingatan, tiba-tiba airmata aly menetes Tangisan pun hening, jiwanya bergejolak bibirnya bergetar. “Ya’tuhan, semoga takdir yang kau takdirkan hanya kau anugrahi untuk gadis lugu itu” Aly memanjatkan doa. telapak tangan menyibak airmata yang meleleh.

Aly berjalan gontai kearah kamar pembantu dengan kepala setengah merunduk. Kali ini Yang dia rasakan bukan suasana seram atau mencekam melainkan rasa haru yang berkecamuk.
Sesampainya disana aly termagu dimuka pintu, dia menatap kaos yang sering gadis itu kenakan. Matanya berkaca-kaca menahan airmata yang mengembang, Bibirnya bergetar. Aly langusng merengsek masuk, jemarinya mengambil kaos yang menggantung. 

kaos gadis itu  dibenamkan tepat didadanya, airmata mulai pecah isak tangis mengisi ruang yang sunyi. kepalanya merunduk, sesekali menggeleng-gelengkan kepala menandakan tak sanggup apa yang di rasakan dalam mimpi itu.

“Kejam, sungguh kejam” gumamnya dia berjalan lagi tuh, kearah gudang yang ada dibelakang rumah. sesampainya disana dia, mengambil pacul yang terhimpit barang-barang bekas. Di depan gudang dia terpekur seraya memejamkan matanya mengingat ulang pesan yang dilontaran oleh si gadis. Dia terhanyut dalam lamunan terbuai dalam misteri mimpi yang mungkin sudah menemukan jawaban. 

Mimpinya kembali menyalah terang. Dia ngebuka mata, hanya beberapa langka. Dia pindah kesisi gudang. Tepat disana pertama kali mas aly mengayunkan paculnya, mengubur kaos empunya gadis lugu itu. Yang selama hidupnya di jajah ibu tiri. Kasian.. 
                             ****

Semalam hujannya terik banget. Guys,  tanah jadi lembek dong, bak tape. memudahkan mas aly eksekusi, mas aly gak sendiri. Dia di temenin sang gadis pas banget ada di hadapannya. namu, mas aly gak e’ngeh. wajah si gadis pucat pasi. Usai sudah mas aly mengubur. Air mata gadis itu pun meleleh. Mas aly terpaku digundukan tanah. Seraya berucap; 

“selamat tinggal nak, akan aku jaga rahasia kematian mu hingga ku bawa mati. pergilah dengan damai, semoga kau tenang di alam sana” 

ritme suara pun tersirat kepedihan yang paling mendalam.  Enyah lah sang gadis, membawa pergi senyuman serta air mata. 
Peristiwa dalam mimpi mas aly semalam;
Gadis Malang itu meninggal bukan karana kelalayan atau keteledorannya. Disisi lain Ibu tiri memang benci banget sama si gadis itu. bukan karna kenakalannya. melainkan Si ibu angkat ini. ingin mengguasai Harta warisan. Hati kecilnya sudah tertutup uang, gelap mata. ibu tiri merengkuh nyawa sang gadis. Hingga tewas di dasar kolam renang. 

Dua Bulan kemudian.. 

Rumah teratai udah layak ditempatin tuh, (kalo lo mau nempatin gih sono) Rumah teratai udah gak ada gangguan mistis, perkarangan serta ruang pun udah bersih layaknya rumah yang ditempatin  orang bhobia debu. namun, rumah teratai tetap aja belum laku terjual.

                             ****

Nah, kita balik lagi ke suri dan bunda rodiah yang lagi otw ke rumah teratai. Sekejab! Mereka udah sampe Jakarta. Mereka menlanjutkan perjalanannya naik taksi guys, untuk mencari alamat rumah teratai. udah sejam lebih meraka muter-muter ibu kota. Nanya sana sini Dan akhirnya pencarian mereka gak sia-sia. si supir menginjak rem pas banget berhenti didepan gerbang. 

Rasa kangen suri sudah memuncak ingin dia ledakan dalam pelukan sang ayah. Suri langsung tuh, ngeloyor keluar dari taksi dan berdiri didepan gerbang. disusul bundanya mereka berdua berdiri sejajar. Bunda celingak celinguk cari bell… 

“Bun, bunda itu belnya” ucap suri sambil nunjuk ke sisi gerbang.
“Bunda, angkat suri dong, suri pengen mencet belnya” lanjut suri.

Sepontan bunda mengangkat suri dan bell berbunyi toilet… DEG! Mereka terperangah. 

“Bun, kok suara belnya aneh, ya. Coba ah, suri pencet agak lama” gumam suri sambil mesem-mesem. Bel pun berbunyi lagi toileeeeeeeeeeet.. 

Suara bell yang berbunyi begitu keras. gak di respon guys, sama sang ayah.  

Gara-gara bell itu Mereka menghabiskan waktu didepan gerbang dengan gelak tawa, selang lima menit gerbang belum terbuka. Bunda jengkel dong, langsung tuh dia teriak di sela-sela gerbang “ayaaaaaah”…

“Bun, Kayaknya itu gerbang. gak dikunci deh” terka salwa. 

Tanpa ragu bunda menarik gerbang kesamping. Gerbang terbuka. ternyata bener guys, yang diterka suri. Karna mas aly tahu, bahwa anak dan istrinya mau datang hari ini. Jadi gerbang gak dikunci seperti biasanya.

Mereka berdua merengsek masuk, bunda menutup gerbang dan suri melihat wajah seseorang yang dia rindui selama dua Bulan silam. Tepat berdiri di depan pintu. “Ayaaaaah” teriak suri seraya berlari menghampinya. Posisi mas aly setengah jongkok, sambil melebarkan kedua tangan bak sayap burung merpati. Dan Akhirnya suri  memecahkan rasa rindu yang amat sangat besar didalam pelukan sang ayah. 

Tobecontinue!! 

Dipart5 suri menerima kenyataan pahit dan petaka yang gak bisa dia elakan..

*sodorin artikel* jangan menjadi pembaca remang-remang. Jadilah Batu penatik. Tinggalin komentar en like. â€‹

Iklan

7 tanggapan untuk “Rumah teratai part4”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s